Ketika tawa ini melebur
Resah itu menguap
Seperti partikel mikron yang terbawa desingan udara
Ketika Imajinasi tak kompromi waktu seakan berhenti
Bergabung dengan mimpi dan angan
Laksana adonan kue yang lezat
Ketika gesekan ban motor beradu aspal
Memadukan kuat lemah sedih bahagia menangis tertawa
Mematikan dan mebunuh beda itu
Ketika yang ada hanya ikatan
Kokoh suci dan tanpa pamrih
Sederhana dan apa adanya
Dan ketika tak ada alasan untuk menekuku bibir
Ketika tak ada alasan untuk cemberut
Ketika tak ada alasan untuk menangis
Hanya Tarikan bibir bersimpul senyuman
Hanya mata mata ini yang berbinar
Hanya hati yang suka
Hanya Jiwa yang bebas
Hanya tubuh yang mengingat
Hanya angan mimpi yang melebur
Hanya ada tangan-tangan yang terikat
Itu kita kawan ...
Beradu dalam sendu
Beradu dalam debu
Beradu dalam Kelu
Itu kita teman
Melawan dunia
Melawan keegoisan
Melawan kemarahan
Melawan perbedaan
Melawan ambisi
Melawan kekecewaan
Melawan Kesedihan
Melawan kemustahilan
Melawan Kegundahan
Melawan ketidakjujuran
Melawan ketidak ikhlasan
Melawan ketidakmungkinan
Itu kita Sahabat...
Yakin Bahagia
Yakin Suka
Yakin damai
Yakin Indah
Penuh pengorbanan
Penuh Kasih
Penuh cinta
Penuh Kepasrahan
Penuh kedamaian
Penuh kejujuran
Penuh keikhlasan
Penuh kekompakaan
Ya itu kita teman..
Asa, cita-cita, angan, hari esok, impian, kegilaan, kewas wasan
Tebas cegat
Yang ada hanya...
Kepastian
Keyakinan
Semangat
Kepercayaan
Cinta
Air mata itu terhapus
Resah itu Terbang
Sedih itu terganti
Ya,
Itu kita kawan
Aku Kamu Dia
Kita Teman
Aku Kamu Dia
Kamu Dia Aku
Dia Aku Kamu
Kita Teman
Mereka boleh tertawa disaat kita sedih
tapi kita punya kita aku kamu dia
Mereka boleh mencerca saat tak yakin
Tapi kita teman saling menopang
Dia Kamu aku
KIta Teman
Bukan Mereka
Dia KAmu AKu
Kita
- Ambon 20 September 2012 (dibawah senja, "Saat merampok Senjaku")

Tidak ada komentar:
Posting Komentar